Sabtu, 21 Januari 2017

Is there a difference between happiness and joy?

   Saat dilahirkan, tentunya secara naluriah manusia langsung memulai proses pencarian kebahagiaan. Sejak saat itu semua orang memiliki dorongan yang sama demi meraih kebahagiaan. Tetapi banyak orang berfikir bahwa kebahagiaan itu sangat sulit ditemukan bahkan kita harus bersusah payah untuk mencari kebahagiaan tersebut. Tetapi semuanya salah, seharusnya kebahagiaan itu disadari, bukan dicari. Kebahagiaan bergantung pada diri kita sendiri, cara kita memandang dan mengartikan arti kebahagiaan itu sendiri.

Jadi, apa bedanya dari kesenangan dan kebahagiaan? Senang, apabila kita memiliki rumah mewah, dapat berkeliling dunia, mendapatkan banyak hadiah di hari ulang tahun, perhiasan yang kita miliki, dan masih banyak lagi. Apa yang dirasakan? Senang? Ya kita merasakan kesenangan, tetapi bukan kebahagiaan. Apa kebahagiaan itu kesenangan-kesenangan yang bersifat materi tersebut kemudian berkumpul menjadi satu? Apakah kesenangan yang banyak tersebut adalah kebahagiaan? Belum tentu.

Jika seseorang memiliki rumah bagus, kendaraan mewah, dapat membeli apa saja yang diinginkan dengan mudahnya, berada ditempat paling terindah dan memiliki uang yang banyak, mungkin kita akan berfikir seseorang tersebut sangat bahagia, tetapi apabila hal tersebut ia dapatkan dengan cara yang salah, misalnya korupsi? Apakah masih disebut bahagia? Tapi sayangnya bahagia tidak disertai kekhawatiran dan kegelisahan.

Kebahagiaan tidak selalu bersifat materi, tetapi bahagia itu ada didalam diri kita sendiri, bahagia merupakan cara kita menilai dan menikmati hidup dengan penuh rasa bersyukur.